8 karakteristik kota ,yang layak disebut kota untuk semua

Setelah menjadi topik hangat diberbagai momen diskusi skala nasional serta sempat diulas dibeberapa media nasional , Inovasi Program Rumah Sehat Komunal Pohuwato kembali diulas atau menjadi salah satu sampling dalam sebuat buku yang berjudul Kota Untuk Semua.

Buku Kota Untuk Semua adalah sebuah karya salah satu tokoh perencanaan kota yaitu Wicaksono Sarosa. Seoarang Bapak yang biasa disapa “wicak” ini memperoleh gelar sarjana arsitektur di Intitut Teknologi Bandung 1984 dan gelar master (1993) serta doktoraral (2001) bidang perencanaan kota dan regional di Universitas California di Berkeley.

Kepala Baperlitbang, Irfan Saleh sangatlah berterimakasih sekaligus mengapresiasi atas penerbitan buku tersebut dimana tulisan didalamnya diulas salahsatu program inovasi Pohuwato yakni Konsep Rumah Sehat Komunal.

Buku ini sangat mencerahkan, senang membacanya, dan lebih senang lagi ketika menemukan tulisan tentang inovasi rumah sehat komunal pohuwato di didalamnya. Lewat penulis buku sekelas pak wicak, pohuwato telah dipilih dicatat didalamnya, dan tentu akan menambah publikasi tentang bumi panua kita (nama lain pohuwato) di tingkat nasional maupun international” Ungkap Kepala Baperlitbang, Irfan Saleh.

Kepala Baperlitbang : Irfan Saleh,S.Pt,MSi

Sebagaimana dikutip dari laman penerbit buku ini yakni expose.co.id (ExposePublika) , bahwa konsep buku ini adalah sebuah semangat untuk menghadirkan bentuk kota ideal yang bisa merangkul seluruh warganya tanpa “menumbalkan” kalangan tertentu serta mengulas karakteristik dan contoh kota yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) dan New Urban Agenda (NUA). Selain itu sebuah kota dapat dikatakan “kota untuk semua” apabila memiliki 8 karakterisitik, yaitu :

  1. Kota yang ramah bagi warga segala usia
  2. Kota yang ramah terhadap perbedaan gender
  3. Kota yang ramah terhadap warga berkebutuhan khusus
  4. Kota yang tidak ada diskriminasi SARA
  5. Kota yang ramah terhadap kaum miskin
  6. Kota yang tidak merugikan wilayah lain yang terkait, justru ikut menyejahterakan
  7. Kota yang menjaga peluang generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka
  8. Kota yang memelihara keanekaragaman hayati

Harapannya, tata rencana kota yang baik bisa dilakukan bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat demi mewujudkan kota yang ideal. Jangan sampai kota hanya menjadi tempat berlindung bagi “si kaya” tanpa memerhatikan dengan benar kondisi dan nasib “si miskin” (expose.co.id)

Referensi : Expose.co.id
Posted by : Tony Rajamuda

 676 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 − 1 =