Gerbos Emas,Turunkan Stunting Pohuwato 0 Persen

Deklarasi bebas Stunting berlangsung di desa Tuweya, kecamatan Wanggarasi, Selasa (3/3) kemarin. Kegiatan ini dihadiri Bupati Syarif Mbuinga, Kasubdit Peningkatan Mutu dan Kecukupan Gizi, Direktorat Gizi dan Masyarakat, Kemenkes RI, Iwan Halwani,SKM,M.Kes, dan Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Dikes Provinsi, Syafi’in Napu,SKM,M.Kes.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Dikes Provinsi, Syafi’in Napu,SKM,M.Kes, memaparkan bahwa penetapan lokus stunting di provinsi Gorontalo sebelumnya ada dua kabupaten yakni kabupaten Gorontalo dan kabupaten Boalemo. Kemudian di tahun 2019 ditambah lagi dengan kabupaten Pohuwato.

“Dan Alhamdulillah dari 3 daerah lokus Stunting ini kami melihat berdasarkan hasil evaluasi program kami, ternyata kabupaten Pohuwato yang sudah berhasil menurunkan Stunting. Hal ini berdasarkan hasil pemantauan gizi kami, itu pada tahun 2017 pada level masih 27 persen. Tapi berdasarkan hasil riset dasar, ternyata Pohuwato tinggal 17,87 persen,” paparnya.

Angka ini kata Syafi’in merupakan terendah se-Provinsi Gorontalo, dan bahkan sudah di bawah target nasional yakni 22 persen untuk anak di bawah dua tahun (Baduta). Hal ini membuktikan bahwa program Gerbos Emas (Gerakan Kolaborasi Mengentaskan dan Mencegah Anak Stunting) sukses menurunkan Stunting di Pohuwato. “Kami melihat seluruh perangkat daerah yang ada bergerak untuk mencegah dan menurunkan Stunting,” tambahnya.

Deklarasi Bebas Stunting Pohuwato
Video/Editing : MS Halid/Baron

Sementara itu Bupati Syarif mengatakan bahwa Stunting ini merupakan bagian yang menjadi atensi bersama. “Presiden itu mengimpikan bahwa 10-20 tahun kedepan kita mampu bersaing dengan eropa, kita mampu bersaing negara-negara hebat, disaat kita masih diperhadapkan dengan masalah Stunting,” tuturnya.

Kegiatan pencegahan Stunting di kabupaten Pohuwato ini pun mendapatkan apresiasi dari Kemenkes RI melalui Kasubdit Peningkatan Mutu dan Kecukupan Gizi, Iwan Halwani,SKM,M.Kes.

“Semua orang sudah berbicara tentang Stunting, di pusat pun anggaran Stunting sudah ditandai dan tidak boleh lagi digunakan untuk kegiatan lain. Stunting adalah tinggi badannya tidak sesuai dengan umurnya, disebabkan oleh pola asuh, konsumsi makanan, sanitasi dan air bersih, dan pelayanan kesehatan. Kami sangat mengapresiasi upaya pencegahan Stunting di Pohuwato,” pungkasnya.

Sumber Info Dan Foto : Dikes Pohuwato / Adi Rivai

 3,162 total views,  7 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × 4 =