Penguatan Koperasi di Kecamatan Popayato di sektor Perikanan dan Pemberdayaan Perempuan.

NSLIC Pohuwato

Laporan oleh : Alex Sartono,NSLIC

Kunjungan awal dilaksanakan di Desa Torosiaje (laut) Kecamatan Popayato oleh Tim Gabungan Kabupaten yang dikordinir langsung oleh Kaban Bapperlitbang Bapak Irfan Saleh bersama Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ibu Rusmiati Pakaya ikut serta Tim NSLIC dari Kordinator Propinsi dan District Fasilitator Kabupaten Pohuwato di Balai Pertemuan Umum Desa Torosiaje (29/7)

Saat ini, ada potensi ekonomi unggulan masyarakat nelayan untuk mendukung upaya pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan guna meningkatkan taraf hidup masyarakat. Potensi unggulan perikanan ikan Bobara, Kerapu, udang Lobster, Gurita dan Taripang pasir berdasarkan informasi seorang pendiri koperasi Sigit Buludawa. Menurutnya ada pula potensi perikanan yang bisa dikelola oleh seluruh Rumah tangga yakni budidaya ikan Nila Salin. Selain harga benihnya murah Rp.500,-/ekor ukuran 5-6 cm, dan untuk membelinya bisa didapatkan pada Balai Perikanan di Kabupaten Bolaemo, serta dalam perlakuannya dapat dikelola oleh Ibu Rumah Tangga dengan memberikan pakan sisa makanan rumah tangga yang pemeliharaannya di bawah rumah. Proses didirikannya Koperasi Nelayan Mandiri Torosiaje (KNMT) bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Rapat pendirian koperasi sudah dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2020 yang di hadiri oleh Kabid Koperasi Disperindagkop Pohuwato. Inisiatif atau rencana pendirian wadah koperasi bagi masyarakat nelayan ini sangat dihargai dan akan didukung oleh Kepala Pemerintahan Desa Torasiaje Uten Syairulah. Pemerintahan desa pun akan berusaha meningkatkan pendapat asli desa dari potensi pariwisata, dan perlu Kerjasama Antar Desa terutama Desa Torosiaje Jaya (darat).

Melihat desa komunal ini yang memiliki adat istiadat sebenarnya bisa dikembangkan untuk menunjang potensi pariwisata yang bisa menghasilkan pendapatan desa. Misalkan masuk dan menyebrang kesini, ada keharusan pengunjung mengenakan busana sarung/selendang yang disewakan. Upaya ini bisa dikelola oleh kelompok ibu-ibu dan perempuan di desa. Hal lainnya, ada pula perahu dayung tradisional yang disewakan bagi pengunjung. Tentunya pemerintahan desa bersama warga wajib menjaga kebersihan lingkungan sekitar

Ungkap Irfan Saleh, Kaban Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan

Projek NSLIC hadir dalam kegiatan kunjungan ini dan terundang. Inti program utama kami adalah upaya meningkatkan ekonomi masyarakat dan pengembangan iklim usaha berdasarkan potensi unggulannya. Selama kurang lebih 2 tahun kebelakang ini kami mendampingi kegiatan pengembangan usaha Koperasi Lembu Karomah di Kecamatan Taluditi. Peran kami yakni memberikan penguatan kelembagaan koperasi serta kapasitas anggotanya agar dapat memberikan layanan/jasa bagi anggota dan masyarakat

Kata Kordinator Propinsi NSLIC Apridon Zaini

Berdasarkan pengalaman berusaha dalam budidaya perikanan yakni Lobster dan Taripang Pasir oleh Sigit Buludawa, masyarakat nelayan bisa mendapatkan hasil dari proses penjualannya. Namun apabila mereka dapat mengelolah dengan cara budidaya melalui wadah bersama yakni koperasi, tentunya akan lebih meningkatkan lagi pendapatan nelayan. Pengepul saat ini masih membawa hasil komoditas perikanan ini ke Makasar, sehingga harga pembelian di nelayan pun ditekan untuk biaya perjalanan dan resiko penyusutan produk. Harapan mereka agar pemerintah daerah bisa mengundang investor perikanan di propinsi Gorontalo agar biaya dan resiko bisa lebih rendah.

Dilanjutkan kunjungan di Desa Torosiaje Jaya (darat) Kecamatan Popayato oleh Tim Gabungan Kabupaten yang dikordinir langsung oleh Kaban Bapperlitbang Bapak Irfan Saleh bersama Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ibu Rusmiati Pakaya ikut serta Tim NSLIC dari Kordinator Propinsi dan District Fasilitator Kabupaten Pohuwato di Balai Pertemuan Umum Desa Torosiaje Jaya (29/7).

Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) merupakan kelompok usaha perempuan kepala keluarga yang berada di Desa Torosiaje Jaya yang merencanakan pembentukan kelembagaan koperasi. Kelompok ini terdiri dari 16 orang (bekerja jualan makanan) 2 orang (bekerja menjahit) 15 orang (bekerja mencuci pakaian) dan 34 orang (non usaha). Kelompok PEKKA ini merupakan binaan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mempunyai visi pemberdayaan perempuan kepala keluarga dengan kegiatan pengembangan usaha dan pengembangan jasa keuangan.

Dalam proses pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti di awal Bulan Agustus 2020 oleh kelompok tersebut dengan rencana: Rapat Pendirian Koperasi dengan mengundang dinas tehnis terkait; Mengidentifikasi lahan untuk penanaman umbi-umbian bekerjasama dengan pemerintah desa; dan Mengidentifikasi kebutuhan BBM bagi nelayan di desa. Kegiatan tersebut untuk merealisasikan berdirinya koperasi dan sekaligus merencanakan usaha-usaha budidaya tanaman dan pengadaan kebutuhan nelayan yang bisa dikelola koperasi ke depan.

Oleh : Alex Sartono ( NSLIC DF Pohuwato )

 361 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 4 =